Minggu, 05 Oktober 2014

Listrik, tak kenal maka tak hati-hati…


Menara Jaringan Listrik PLN
Sebuah gambar menara jaringan listrik

Apa itu Listrik?

Listrik (atau “setrum”)? Ini merupakan kata-kata atau istilah yang sangat familiar bagi masyarakat umum. Sering kita mendengar kata-kata ini diucapkan dalam pembicaraan sehari-hari : “bayar listrik”, “tagihan listrik”, “tukang listrik”, “toko listrik”, dlsb..
Bila ditelusuri lebih dalam, banyak pula yang tidak tahu apa sih listrik itu? termasuk makhluk apakah doi ini? keren nggak ya? berbahaya nggak sih?
Bocorannya nih…kalo udah kenal sih sebenarnya si listrik ini keren tapi sekaligus berbahaya. Sama seperti api, si jago merah, yang bisa dikatakan kawan tapi sekaligus juga lawan. Nah, to the point aja.. kalo ingin tahu, silahkan melanjutkan baca artikel ini.

Sejarah Listrik

Dari sejarah listrik yang dikutip di situs wikipedia, adalah seorang Michael Faraday, ilmuwan Inggris, yang dijuluki sebagai “bapak listrik” karena berkat rintisan dari usahanya ini listrik menjadi teknologi yang banyak berguna.  Nama-nama lain yang dianggap sebagai tokoh listrik adalah de Coulomb, Alesandro Volta, Hans C. Cersted, dan Andre Marie Ampere.

Pengertian  mengenai Listrik

Dalam pengertian sederhana, kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik yang merupakan kondisi dari partikel subatomik elektron dan proton. Bisa dikatakan listrik adalah sesuatu yang tidak terlihat dengan mata biasa dan fenomena kasat mata yang paling umum terjadi adalah petir (yang merupakan loncatan elektron dari partikel listrik).

Satuan-satuan yang umum digunakan dalam kelistrikan

Satuan-satuan listrik yang paling umum kita gunakan sehari-hari adalah :
1. Tegangan listrik (voltage)* dalam satuan volt (V)
2. Arus listrik (current) dalam satuan ampere (A)
3. Frekuensi (frequency) dalam satuan Hertz (Hz)
4. Daya listrik (power) dalam satuan watt (W) atau volt-ampere (VA) dan energi listrik dalam satuan watt-hour (wH) atau kilowatt-hour (kwH).
*dalam kehidupan sehari-hari istilah ini biasa disebut voltase atau spaneng (dari bahasa belanda “spanning” atau Jerman “spannung”)
Persamaan Listrik dan Air
Analogi antara listrik dan air

Analogi Listrik dan Air

Analogi yang cukup mudah dipahami adalah antara listrik dan air. Aliran air yang mengalir dalam pipa analoginya seperti aliran elektron dalam listrik atau arus listrik.
Tekanan yang menyebabkan air mengalir analoginya dengan tegangan listrik. Dan besarnya daya dorong air yang keluar dari pipa sama analoginya dengan daya listrik atau power.
Ukuran pipa sama dengan ukuran penghantar listrik (konduktor listrik). Dan keran air yang mengatur besarnya aliran air analoginya dengan pengatur hambatan (variable resistance) dalam rangkaian listrik.
Air mengalir dari tekanan yang lebih tinggi menuju tekanan yang lebih rendah. Dan analoginya untuk listrik, arus listrik yang merupakan perpindahan elektron bergerak dari tegangan yang lebih tinggi menuju tegangan lebih rendah.

Bagaimana Listrik Mengalir

Listrik hanya mengalir melewati medium penghantar yang disebut konduktor. Suatu Material disebut konduktor bila mengandung unsur yang dapat dialiri elektron seperti besi, tembaga bahkan air. Material yang berlawanan dengan konduktor disebut dengan isolator, yang mengandung unsur-unsur seperti karet, plastik, kertas, kain dlsb.  
**Tubuh manusia dominannya terdiri dari air yang merupakan penghantar listrik. Jadi saat kita tersentuh kabel listrik yang sedang dialiri arus listrik, dan kaki kita tidak memakai alas karet atau plastik, maka listrik tersebut akan mengalir melewati tubuh kita. Itulah fenomena “kesetrum” yang kita kenal.
Listrik itu keren…karena hampir semua peralatan yang kita gunakan sehari-hari selalu memerlukan listrik sebagai suplainya. Satu untuk semua dan semua disuplai dari yang satu. Bayangkan jika kita yang hidup di perkotaan mengalami pemadaman listrik sampai berhari-hari…apa jadinya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...